Wanita : Sudahkah Anda Mengganti Celana Dalam?

Celana dalam wanita

Layar Sosial – Bagi wanita di kehidupan keseharian celana dalam merupakan salah satu kebutuhan yang penting atau merupakan rutinitas dalam berpakaian.

Tapi tahukah anda bahwa celana dalam ada masa kedaluarsanya?

Mungkin selama ini kita berpikir bahwa hanya makanan atau minuman saja yang ada masa kedaluarsa untuk mencegah agar jangan di gunakan lagi karena produk itu sudah tidak layak di konsumsi lagi.

Bagaimana dengan pakaian celana dalam?

Celana dalam juga memiliki masa kedaluarsanya. Umur pakaian dalam sejatinya 3-6 bulan. Penurunan kualitas celana dalam juga di pengaruhi oleh bahan kimia yang di pakai saat mencuci.

Pakar kesehatan dari Good Housekeeping Institute menyebut di dalam celana dalam yang sudah bersih dan dicuci secara teratur memiliki setidaknya 10 ribu bakteri hidup. Bahkan jika celana dalam ini tidak rajin diganti atau dicuci, jumlah bakteri ini akan jauh meningkat dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Setelah detox toxin melalui alat kemaluan wanita, celana dalam kamu otomatis akan kotor dan akan menimbulkan bakteri serta parasite, lalu sudahkah kamu mencucinya dengan benar?

Gantilah celana dalam sesering mungkin

Pakar kesehatan Philip Tierno dari New York University, Amerika Serikat menyebut celana dalam yang tertutup oleh celana lainnya ternyata juga rentan kotor atau terpapar bakteri, khususnya bakteri Escherichia coli atau yang lebih sering kita kenal sebagai E-coli yang bisa menyebabkan diare.

Memang, bakteri ini tidak secara langsung menyebabkan dampak kesehatan yang serius, namun jika kita terbiasa malas mengganti celana dalam, besar kemungkinan kita bisa terkena penyakit.

Untuk itu sangat perlu mengganti celana dalam sesering mungkin. Apa lagi jika celana dalam sering lembab, gantilah sesegera mungkin. Karena celana dalam yang lembab rentan terkena jamur.

Penyebab celana dalam lembab akibat terkena keringat yang di picu oleh udara panas. Tubuh yang aktif bergerak, atau bahkan kebiasaan malas mengeringkan badan setelah mandi atau buang air kecil. Padahal, jamur bisa menyebabkan gatal- gatal atau ruam –ruam pada kulit yang ada di bagian daerah kelamin.

Untuk mencegah beberapa penyakit yang bisa di akibatkan oleh celana dalam, apa salahnya kita mengingat kapan terakhir kita mengganti celana dalam dengan yang baru?

Ini beberapa cara sehat dalam memilih celana dalam yang nyaman

1. Pilihlah yang berbahan katun atau yang mudah menyerap keringat.

2. Jangan terlalu memilih yang ukuran ketat, pilihlah  celana dalam yang longgar sehingga tidak pengap di sekitar daerah kemaluan yang mengakibatkan lembab.

3, Hindari menggunakan celana dalam 1 hari.

4. Untuk melindungi diri anda dari resiko infeksi sebaiknya tidur tanpa menggunakan celana dalam.

5. Pastikan tidak ada residu deterjen saat yang tertinggal saat mencuci celana dalam.

Beberapa orang  menggunakan celana dalamnya secara bolak balik dengan tujuan menghemat pemakaian namun perhatikan hal-hal yang kami sebutkan diatas ya. Demikian beberapa ulasan tentang celana dalam semoga bermanfaat.