Belajar Online layarsosial.com

Melarang Larang Anak Buka Smartphone

Layar Sosial – Tidak bisa dipungkiri sekarang ini banyak anak-anak yang menggunakan smartphone karena beberapa alasan orang tua memperbolehkannya. Namun apa yang terjadi jika anak yang menggunakan smartphone tersebut menjadi kecanduan.

Banyak orang tua yang mulai mengeluh karena sang anak sudah mulai kencanduan menggunakan smartphone bahkan banyak contoh resiko yang disebabkan oleh kencanduan tersebut seperti yang diberitakan beberapa media.

Dan adapun yang menjadi alasan utama mengapat orang tua awalnya mengapa memberikan smartphone untuk di gunakan oleh anak seperti untuk menghibur mereka dan tidak bermain keluar rumah dan lain sebagainya.

Seperti dikutip dari barakata.id “Memang harus dibatasi, tapi jangan dilarang. Apalagi dengan terang-terangan melarangnya. Sebab semakin dilarang akan semakin dilakukan karena penasaran,”.

Ruby menyebut untuk anak-anak akses internet sebenarnya perlu dibatasi. Sebab dengan mengakses internet berlebihan akan rentan dengan kejahatan dunia maya.

Mulai dari cyber bullying, bertemu predator atau mengakses konten negatif.

Di sisi lain, perkembangan sensor motorik menjadi kurang baik. Anak menjadi malas bergerak karena keasyikan mengakses internet.

Mata juga bisa rabun karena terlalu lama terpapar sinar dari layar gawai. Selain itu anak juga bisa menjadi anti sosial.

“Apalagi kalau sudah kecanduan internet, itu berbahaya. Kalau sudah begitu harus dikomunikasikan baik-baik. Anak-anak lebih memperhatikan jika diberi tahu sesuatu pakai kata karena. Misalnya, jangan kebanyakan game online, karena bisa lupa makan, nanti sakit, begitu” tutur Ruby.

Sebisa mungkin alihkan ke konten positif. Beri edukasi kepada anak tentang penggunaan internet yang positif.

Misalnya dengan mengakses YouTube kartun anak, permainan yang mengasah otak, aplikasi belajar online dan lain-lain.

“Orangtua juga harus tegas memberi tahu batasan jam penggunaan gawai. Kapan saja bolehnya dan berapa lama durasinya,” kata dia.

Pemberian gawai kepada anak juga harus disesuaikan dengan usianya. Saran Ruby jika pun memberikan gawai kepada anak, pastikan usianya di atas 14 tahun.

“Itupun jangan bilang dikasihkan, tapi lebih baik bilang dipinjamkan. Sehingga akan mudah kalau ingin mengecek aktivitas gawai tersebut, tinggal bilang saja, mama atau papa mau pakai sebentar,” pungkas Ruby.