“Bayi” Ibu Apa Salah dan Dosaku

bayi-dan-ibu-berpegangan-tangan

Tahun ini begitu banyak kabar dan berita tentang pembuangan bayi di berbagai daerah. di buang begitu saja tanpa perasaan bersalah sama sekali, bayi yang tidak di harapkan di lahirkan di dunia ini. Tapi menjadi korban ke egoisan pasangan yang tidak mempunyai perasaan sama sekali.

Saya (Penulis) sering bertanya dalam hati sebagai ibu dari dua orang anak yang cantik dan imut. Apa mereka yang hamil diluar nikah tidak merasa bersalah, sakit, begah, perut membesar, mual muntah dan yang lainnya seperti ibu hamil pada umumnya?

Berbeda dengan ibu yang melahirkan pada umumnya yang mengalami banyak drama sebelum melihat bayinya dilahirkan.

Namun mereka bisa beraktifitas layaknya wanita yang sedang tidak hamil dan mereka tidak pernah merasa kesulitan melakukan apa pun dan juga mereka bisa menyembunyikan perut yang semakin membesar sampai saatnya melahirkan.

Tanpa bantuan medis mereka bisa segampang itu melahirkan, kok bisa ya ???? mereka tidak memikirkan resiko wanita melahirkan tanpa bantuan medis setidaknya bidan?

Mereka tidak takut sama sekali apa yang membuat mereka bisa seperti itu?

Apakah wanita yang hamil diluar nikah tidak merasakan sakit dan anehnya mereka bisa melahirkan dimana pun dan tanpa bantuan medis atau orang lain seperti halnya yang melahirkan dikebun, di toilet dan lainnya.

Ini sangat bertolak belakang dengan wanita menikah yang biasanya sakit saat melahirkan dan harus dibantu orang lain.

Tidak sedikit mereka setelah melahirkan mereka meninggalkan bayinya dengan berbagai alasan tertentu. Tetapi wanita yang sudah menikah akan menjaga anaknya dengan seluruh jiwa raganya.

Jadi apa kesimpulannya?

Ya, Jelas Karena mereka telah melawan kodrat, Kenikmatan wanita hamil dan melahirkan telah di cabut dari mereka

Ya, Tuhan telah menggariskan kepada wanita yaitu “akan bersusah payah pada saat hamil dan merasakan kesakitan saat melahirkan”.

Tuhan sudah mencabut rasa sakit dari kodrat kewanitaan dari setiap wanita yang hamil diluar nikah dan mengantinya dengan rasa ketakutan yang luar biasa, rasa takut inilah yang membuat wanita hamil di luar nikah tidak merasakan sakit lagi.

Dia takut, dia meresa bersalah sehingga dia menjadi mati rasa untuk merasakan sakit. Ketidak siapan ini membuat bayi yang tidak berdosa menjadi korban.

Sungguh miris sekali zaman ini, semoga kita bisa menuntun putra-putri kita menjadi anak-anak yang berakhlak baik, mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa sehingga bijak dalam bertindak.

*Note : Ini adalah pendapat pribadi penulis.